A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kab. Berau
Hot News :
KEPALA DINAS

Drs. BASRI SAHRIN

LINK TERKAIT
Minggu Tiba di Berau, Langsung Menuju Maratua

SEBETULNYA  tak ada yang terlalu serius ketika pertemuan sambil menikmati sarapan pagi antara menteri dengan bupati dan wakil bupati Berau.  Bupati hanya mengutarakan betapa sedihnya seorang bupati terkadang sulit sekali untuk melakukan koordinasi. Hanya untuk membicarakan bagaimana pengelolaan penyu di Sangalaki, yang ditangani oleh KSDA Kementerian Kehutanan. Bahkan untuk mengunjungi Sangalaki, petugas KSDA sering tidak memberikan izin.

Kesedihan serupa bila bupati dan wakil bupati ataupun pejabat pemkab ingin melakukan koordinasi bagaimana pengelolaan mangrove yang juga sebagian masih ditangani oleh Kementerian Kehutanan. Padahal, keinginan bupati sejak lima tahun lalu khusus untuk penyu maupun mangrove diberikan saja kewenangannya kepada Kementerian Perikanan dan Kelautan.

Kondisi nelayan di Berau memang berbeda dengan yang ada di Jawa. Terutama nelayan yang mengoperasikan kapal di atas 10 GT. Memang, jumlah nelayan tangkap sangat besar. Berkisar dua ribuan kilogram lebih. Inilah yang diprioritaskan untuk tidak lagi dipungut retribusi. Dinas Perikanan dan Kelautan Berau akan kehilangan sumber PAD sekitar Rp 200 Juta. Namun, itu semua tak berarti dibanding peningkatan kesejahteraan nelayan.

Sebagai kabupaten pertama yang dikunjungi di Kaltim, Makmur tentu merasa bangga. Sehingga juga harus mempersiapkan diri dalam berbagai kegiatan. Termasuk, persiapan usulan apa saja yang ingin disampaikan dan memerlukan dukungan dari Kementerian Perikanan dan Kelautan di bawah komando Susi Pudjiastuti, yang juga pemilik armada penerbangan Susi Air.

Rencana menteri tiba di Bandara Kalimarau hari Minggu (16/11) sekitar jam 09.00 Wita. Dari bandara kemudian langsung bergerak ke Pulau Maratua untuk melihat persiapan pembangunan dermaga dan bandara di pulau yang baru dikunjungi Kapolri. Ia juga akan melihat dari dekat kondisi Pulau Kakaban dan Sangalaki, pulau yang dijadikan Penyu untuk bertelur dan berkembang biak.

Ia juga akan bertemu dan berdialog dengan beberapa nelayan, yang membahas sekitar tata kelola kawasan konservasi serta memberikan bantuan maupun kartu bagi para nelayan.  Dijadwalkan, di Sangalaki, menteri bersama rombongan akan melakukan pelepasan anak penyu (tukik).

Peristiwa kedatangan Menteri Susi Pudjiastuti bagi Pemkab Berau akan dimanfaatkan semaksimal mungkin. Sebab, laut Berau belum terkelola dengan baik. Khususnya dalam menggali potensi yang ada. Padahal, di kawasan Laut Maratua bisa jadi selain merupakan “hotel” bagi kawanan penyu hijau juga merupakan tempat persinggahan ikan natuna. Ini untuk mendukung Indonesia sebagai penghasil ikan tuna di dunia, seperti yang digagas sang menteri. (hms6/one/k17)

JAJAK PENDAPAT
Bagaimana menurut anda tentang kemajuan pembangunan Kabupaten Berau tahun mendatang?
Sangat Maju
Maju
Kurang
Tidak sama sekali

HASIL POLLING
STATISTIK PENGUNJUNG
  • Browser :
  • OS : Unknown Platform
  • Dikunjungi sebanyak : 61785 kali
GALERI
BERITA TERBARU